2Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka.Pendidikan memegang tugas mentransformasikan individu-individu menjadi manusia sejati, yakni manusia sempurna yang mampu menggali kecerdasan-kecerdasannya untuk membantu menyelesaikan masalah hidupnya.

Menurut kurikulum 2013, pendidikan IPA harus diterapkan secara terpadu untuk siswa SMP. Siswa SMP sendiri tergolong pada usia remaja. Masa remaja ditinjau dari rentang kehidupan manusia merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Sifat-sifat remaja sebagian sudah tidak menunjukkan sifat-sifat masa kanak-kanaknya, tetapi juga belum menunjukkan sifat-sifat sebagai orang dewasa. Hurlock (1991: 206), menyatakan awal masa remaja berlangsung kira-kira dari 12 tahun – 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun – 18 tahun, yaitu usia matang secara hukum.

Karakteristik psikologi usia remaja yaitu masa yang tidak menentu, emosional, masa yang kritis dan tidak stabil. Kegembiraan tiba-tiba berganti menjadi kesedihan, percaya diri berubah dengan rasa meragukan diri sendiri, altruisme berganti menjadi egoisme, antusiasme secara tiba-tiba berubah menjadia acuh tak acuh. Ketidakstabilannya juga nampak dalam pola hubungan sosial. Keadaan ini akibat dari perasaan yang tidak pasti mengenai dirinya.

Tidak stabilnya emosi dan perasaan peserta didik usia remaja, akan mengganggu kegiatan belajarnya. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mengemas kegiatan belajar mengajar menjadi hal yang menyenangkan, menarik untuk siswa dan tidak menimbulkan kebosanan bagi siswa.

Pembelajaran yang humanis mengedepankan pemikiran-pemikiran kritis, kreatif, dan dialogis.
Hal ini dire
presentasikan dalam berbagai pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran, baik dalam penyiapan materi pembelajaran, proses pembelajaran, maupun pelaksanaan penilaian. Pembelajaran yang menyenangkan akan memiliki hasil yang berbeda dengan pembelajaran yang dilaksanakan dengan penuh keterpaksaan, tertekan dan terancam serta dapat membawa perubahan terhadap diri pembelajar dan tentu saja dapat membawa hasil lebih maksimal. Salah satu cara untuk menjadikan pembelajaran itu menarik adalah dengan melakukan pembelajaran di luar ruang kelas (outdoor).

Pendidikan luar kelas tidak sekedar memindahkan pelajaran ke luar kelas, tetapi dilakukan dengan mengajak siswa menyatu dengan alam dan melakukan beberapa aktivitas yang mengarah pada terwujudnya perubahan perilaku siswa terhadap lingkungan melalui tahap-tahap penyadaran, pengertian, perhatian, tanggungjawab dan aksi atau tingkah laku. Aktivitas luar kelas dapat berupa permainan, cerita, olahraga, eksperimen, perlombaan, mengenal kasus-kasus lingkungan di sekitarnya dan diskusi penggalian solusi, aksi lingkungan, dan jelajah lingkungan.

Pembelajaran outdoor cocok diterapkan untuk pembelajaran IPA bagi siswa SMP, yang kebanyakan masih remaja. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secarasistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari dirisendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s